Tim Relawan Radar Bogor Sambangi Tempat Pengungsian Warga Desa Hatusua

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:
Bagikan:

SBB, LiraNews – Pasca Gempa 6,8 magnitudo yang mengguncang Ambon dan Kabupaten Seram Bagian Barat pada (26/9/2019) lalu, tak hanya merenggut banyak jiwa, ratusan bangunan berupa rumah serta sarana publik lainya rusak.

Banyaknya gempa susulan yang terus terjadi setiap hari membuat warga tidak hanya panik dan berhemburan dari rumah-rumah.

Warga mencari tempat yang dianggap aman dan membangun tenda-tenda pengungsian disaat gempa terjadi, tapi mereka juga mengalami gangguan kesehatan.

Tim relawan bantuan Kemanusiaan dari Radar Bogor yang berjumlah 4 orang tiba di posko penanggulangan bencana desa Waimital Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat, beberapa waktu lalu.

Tim Bantuan Kemanusiaan Radar Bogor langsung turun ke Desa Hatusua Kecamatan Kairatu melaksanakan kegiatan dan memberikan pelayanan kesehatan kepada para pengungsi selama 3 hari. Tim relawan ini terdiri dari dokter dan para medis yaitu dr Suparno dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Monica dari PMI Kabupaten Bogor dan Yusdika dari Puskesmas Cigudeg Kabupaten Bogor. Sebut Ketua Tim Radar Bogor Benny Irawan.

Didampngi Ibu Pejabat Kepala Desa Hatusua serta Tokoh Masyarakat Tim relawan Radar menyambangi tenda-tenda pengungsian warga desa Hatusua yang berada dipegunungan dan langsung melaksanakan pemeriksaan dan pengobatan gratis kepada para pengungsi.
Dokter Suparno ketika temui Media ini di kecamatan Kairatu katakan.

“Kami datang di Maluku ini sudah terlambat, karena minimnya informasi dari Maluku ke jakarta. Informasi yang Kami dapat itu sudah selesai Gempa di Maluku selama tiga hari baru kita mendengar bahwa ada Gempa di Maluku yang berkekuatan 6,5.skala liter,” cetusnya.

Suparno menambahkan , Kami tim medis sudah terbiasa membantu kemanusian yang terkenal Gempa bukan saja di Maluku tapi, di Kota Palu, dan Banda Ace. Kita turun langsung satu hari sesudah Gempa.tapi di Maluku kami dengar sudah tiga hari.baru kita datang, bebernya.

Stok Obat obatan yang Kami baawa untuk membantu sudara sudara Kami yang berada di lokasi pengungsian kalau sakit cukup untuk tiga hari salama kami berada di Maluku kususnya di Kab SBB Kecamatan Kairatu dan sekitarnya.

Hari petama tiba di Kab SBB kami langung ke tempat pengungsian untuk pemeriksaan kesehatan para pengungsi.
dampak Penyakit yang mereka derita iyalah.pegal pegal (ispa mialgia) sakit perut mual (ipepsia) pada anak.Demam , Asam urat , dan Batuk.

Sementara itu, Pejabat Kepala Desa Hatusua Ny. Heiddy Linda Hattu, S,Pd mengatakan Hari pertama kejadian Gempa Masyarakat Desa Hatusua semuanya panik dan lari cari tempat aman di gunung dan selama mereka berada digunung selama dua hari ada tim medis dari pustu Hatusua yang selalu kontrol kondisi kesehatan Masyarakat pengungsi kalau ada yang merasa sakit.

Tapi belum tersentuh semuanya karena pengunsi banyak sekali yang ada digunung. hari ini juga ada tim medis dari Radar Grup yang datang dari jakarta untuk pemeriksaan kesehatan dan langsung memberikan pengobatan kepada pengungsi.

“Kami selaku pimpinan Desa Hatusua Kami merasa berterima kasih karena ada sentuhan langsung tim medis dari Radar Grup Jakarta,” ungkapnya.

Pejabat menambahkan dari pemerintah Desa sudah memberikan pencerahan kepada masyarakat pengungsi yang ada di gunung untuk segera turun ke rumahnya masing masing setelah mendengar ceramah dari Pa Bupati Seram Bagian Barat M.Yasin Payapo beberapa hari kemarin, tidak ada potensi Stunami cuma hanya Gempa. “Kami sudah menghimbau tapi dari sisi pisiologi mereka masi rasa takut”. LN-JOE

Mon Oct 7 , 2019
Jakarta (LiraNews) — Biro Intelijen dan Investigasi Lira (BIIL) LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) menemukan dugaan kebocoran dana milyaran rupiah dana operasional Kantor Badan Penghubung Daerah (BPD) Propinsi Jawa Timur di Jakarta ada yang mengalir untuk kegiatan Mantan Gubernur Jatim, Soekarwo, mantan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, mantan Sekda Sukardi […]