Sah! Iksan Sebagai Ketua DPRD Kab Buru Periode 2019-2024

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:
Bagikan:

Namlea, LiraNews. – Penyerahan rekomendasi jatah Partai Golongan Karya (Golkar) untuk Ketua DPRD Kabupaten Buru dari DPP Partai Golongan Karya (PG) bernomor R.1109/Golkar/IX/2019 tertanggal 2019. Berdasarkan surat keputusan tersebut DPD I PG Provinsi Maluku yang diwakili Fuad Bachmid, S.Sos. (26/9/2019)

Serah terima secara resmi berdasarkan surat rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PG dan surat rekomendasi dari DPD I PG Provinsi Maluku menetapkan Iksan Tinggapy, SH menjadi Ketua sementara sekaligus menjadi Ketua DPRD defenitif periode 2019- 2024.

Penyerahan rekomendasi itu diserahkan di Dua tempat yakni Kantor Sekretariat DPD II PG Kabupaten Buru yang diterima, La Mau Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Desa DPD PG. Selain itu Surat Keputusan tersebut di serahkan kepada Sekertaris Dewan (Sekwan), Irfan Umasugi.

La Mau saat menerima rekomendasi dari DPD I Provinsi Maluku Dia juga menegaskan kepada Wartawan, disini kolegial kolektif dan siapa saja boleh menerima rekomendasi tersebut asalkan Dia pengurus di tubuh DPD II PG Buru, “Alhamdullilah surat ini kami terima dan selanjutnya saya akan tidaklanjuti ke sekretaris, Pak Jaidun Saanun sebagai kelengkapan administrasi sesuai UU ADR/ART PG,” ujar La Mau.

Sementara itu wakil ketua bidang pemenangan pemilu DPD I Provinsi Maluku, Fuad Bachmid,S.Sos mewakili Ketua DPD I PG Maluku, Ir. Said Assagaf saat menyerahkan rekomendasi tersebut Mengatakan, dengan penyerahan SK Ketua DPRD priode 2019-2024 tentang penetapan ketua DPRD sementara sekaligus ketua DPRD Devenetif, olehnya itu berdasarkan surat keputusan DPP PG, maka berkas tersebut ditindaklanjuti DPD I PG Maluku diteruskan ke DPD II PG Buru sesuai mekanisme Partai.

“Saya juga berharap dengan diserhkan rekomendasi tersebut, jangan lagi ada terjadi polimik- polimik, karena rekomendasi ketua DPRD kabupaten Buru jatah partai golkar sudah fainal,” tutup Bachmid. LN-FER

Thu Sep 26 , 2019
Jambi, LiraNews – Ada yang bercita-cita menjadi demonstran? Sungguh, menjadi demonstran itu bukan sebuah cita-cita tapi panggilan jiwa anak bangsa untuk membela haknya. Resikonya sudah jelas; jiwa dan raga dipertaruhkan. Sungguh, menyiapkan atau mengikuti demonstrasi itu tidak ‘ujuk-ujuk’. ambil toa dan teriak-teriak di tengah lapangan. Ada begitu banyak hal yang […]