Kontraktor Jakarta & Papua “Borong Proyek” Di Maluku

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:
Bagikan:

Ambon, LiraNews – Kontraktor luar daerah, kini hilir mudik di Maluku untuk lakukan negosiasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat guna mendapatkan proyek yang sudah diincar sebelumnya.

“Sasaran utama bukan proyek berskala ecek2an, tetapi jumbo. Dan hasilnya bisa dilihat sejumlah proyek infrastruktur seperti pembangunan jalan baru yang anggarannya mencapai puluhan milliar rupiah, jatuh ke tangan mereka,” ujar Gub. LIRA Maluku – Ambon, Jan Sariwating di Ambon, Minggu (15/9/2019).

Adalah Kabupaten Buru & Kab. Seram Bagian Barat (SBB), kedua Kab ini sering “mengimpor ” kontraktor dari luar. Nilai proyek yang mereka garap mencapai puluhan milliar rupiah.

“Seperti yang terjadi di Kab SBB misalnya dalam tahun anggaran 2017 & 2018, ada beberapa ruas jalan yang dikerjakan oleh sejumlah kontraktor dari Jakarta,” ungkapnya.

Perusahaan kontraktor tsb, katanya, beralamat pada lokasi yang sama yakni sebuah kawasan elit di Kebon Melati, Jln Tanah Abang, Jakarta. Di duga semua perusahaan ini pemiliknya sama, atau satu orang.

“Data yang kami miliki ada beberapa ruas jalan yang dikerjakan asal2an, tidak ber kwalitas, bahkan terkesan amburadul, karena dikerjakan tidak sesuai dengan tenggat waktu sesuai kontrak. Dan walapun telah diberi kesempat an untuk penyelesaian via addendum namun tetap saja pekerjaan tidak selesai,” kata Sariwating.

Anehnya, walaupun hasil pekerjaan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, ternyata Pemkab SBB telah membayar lunas 100%.

Menanggapi kondisi tsb, Gubernur LIRA Maluku, Jan Sariwating kepada media ini mengatakan, Pemkab SBB rupanya tidak mencintai rakyatnya sendiri. Terbukti pembangunan jalan sebagai sarana untuk mendekatkan masyarakat yang terisolasi dengan pusat ekonomi & pemerintahan ternyata hanya sebatas angan2 saja.

Menurutnya, kalau saja Pemkab SBB berpihak kepada kontraktor lokal, ada keuntungan ganda yang didapat. Pertama timbul percaya diri bahwa mereka juga bisa mengerjakan proyek dengan skala besar. Kedua, dana yang diperoleh tidak mengalir keluar daerah, tapi ber putar hanya di daerah, ujungnya masyarakat dapat diberdayakan & per ekonomian daerah bisa berkem bang dengan baik.

“Kasus yang seperti ini harus dibatasi & dihentikan. Hubungan yang bersifat simbiosis mutualisme ini diharapkan tidak boleh terjadi lagi & mata rantainya harus di kebiri,” tegasnya.

Untuk itu Sariwating minta kepada Kejaksaan Tinggi Maluku untuk segera mengambil sikap tegas guna memprosesnya sampai di pengadilan. “Supaya ada efek jera,” pungkasnya. LN-JAN

Sun Sep 15 , 2019
Lampung, LiraNews – Sebanyak 79 anggota pramuka dari seluruh SMA se Koto Bandar Lampung mengikuti seleksi calon peserta Saka Bhayangkara Polresta Bandar Lampung T.A 2019/2020, Sabtu-Minggu (14/9/2019) di Mako Polresta Bandar Lampung. Dalam seleksi tersebut, mereka mengikuti seleksi untuk dipilih menjadi anggota Saka Bhayangkara Polresta Bandar Lampung. Ketua Majelis Pembina […]