Anggaran Fantastis, Proyek Tugu Trikora Dikerjakan Kontraktor Luar Maluku

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:
Bagikan:

Maluku, LiraNews – Proyek Tugu Trikora yang kini telah selesai direhab, terlihat biasa saja. Tidak ada perobahan yang mencolok, jika dibandingkan dgn sebelum rehab.

Kalaupun ada hanya pekerjaan penambahan asesoris air mancur sebagai pelengkap. Pekerjaan rehabpun tak terlalu rumit. Hanya pengupasan bagian luar dari bangunan tugu yg lama. Kemudian bagian yg sudah dikupas, dilapisi dgn bahan dari marmer.

Tapi bagaimana dgn anggaran yang dipakai utk proyek ini ? “Data yg diterima LIRA Maluku menyebut kan, bahwa proyek milik Dinas PUPR Kota Ambon ini menyerap anggaran sebsr Rp. 876.848.000,-.
Yang sangat mengagetkan lagi bhw proyek ini tdk dikerjakan oleh kontraktor anak daerah atau lokal,” ujar Dir. LIRA Maluku, Jan Sariwating.

Disebutkan proyek ini dikerjakan oleh CV Iryunshiol City, kontraktor asal Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, Propinsi Maluku Utara.

“Ironis memang, ketika kontraktor lokal ingin berpartisipasi dlm pem bangunan di daerah, ternyata Pemkot Ambon c.q Dinas PUPR lebih mementingkan kontraktor luar utk membangun daerah ini. Seakan kontraktor lokal tdk digubris & dianggap hanya dgn sebelah mata,” cetusnya.

Padahal, lanjutnya, dgn anggaran proyek yg hanya “eceran” seperti ini, banyak kontraktor lokal yg lagi sedang antri utk bisa mengerjakan proyek seperti ini,” katanya.

Dgn anggaran eceran seperti ini saja, katanya, hrs diberikan kpd kontraktor luar, Bagaimana nantinya kalau ada anggaran kakap bernilai miliaran rupiah. Sudah pasti tdk ada tempat lagi utk kontraktor lokal berkiprah di kota ini.

Dia menegaskan, dgn adanya praktek seperti ini sudah bisa dinilai bahwa Pemkot/ Dinas PUPR tidak lagi mau berpihak kepada warganya sendiri utk bisa mendapatkan pekerjaan proyek dari pemerintah daerah.

Padahal proyek ini jika dilihat dgn kasat mata tdk sebanding dgn anggaran yg telah dicairkan. Harus menjadi bahan perhatian dari aparat kejaksaan.

Untuk itu kejaksaan diminta utk mengusut proyek ini dgn melakukan pulbaket/ puldata. Dan diduga telah terjadi mark-up atas proses pekerjaan proyek ini.

“Kami akan melaporkan kasus proyek ini kpd kejaksaan supaya diusut hingga tuntas, karena di duga telah terjadi kerugian daerah. Siapapun yg terlibat hrs dimintai pertanggungan jawab,” pungkasnya. LN-TIM

Thu Nov 14 , 2019
Medan, LiraNews –  Wakapolda Sumut dan Wakil Ketua Bhayangkari Sumut mengunjungi korban peristiwa bom bunuh diri Polrestabes Medan, di Rumkit Bhayangkara Tk. II Medan. Wakapolda didampingi oleh Wakil Ketua Bhayangkari Sumut, Ny. Tasya Mardiaz, Kabid Humas Polda Sumut, Dansat Brimob Polda Sumut, Kabid Propam Polda Sumut, Karumkit Bhayangkara Tk. II […]